Tuhanku...
Kurasa aku memang jatuh hati padanya, hanya saja semuanya masih terasa semu. Terkadang ketika aku tak pernah lagi bertemu dengannya, dia seperti hilang, hanya sekali saja terlintas dalam pikirku, tapi tak pernah benar-benar singgah untuk waktu yang lama. Terkadang pula ketika aku melihatnya, melihat semua tulisnya dia selalu saja menempel dalam otakku, menyita hampir seluruh pikirku.
Ketika aku mendengar dia sakit, seolah itu hanya kabar saja, tak perlu ada khawatir, tapi ketika aku melihatnya, wajahnya yang pucat, aku sakit Tuhan, aku merasakan sakitnya.
Tuhanku... aku harus bagaimana. Aku takut banyak berharap, nantinya bila rasa yang ia miliki bukan lagi untukku, aku tidak siap untuk sakit. Tapi Tuhan jika dia memang tak akan pernah jadi milikku, aku juga belum siap untuk meninggalkan dan mengikhlaskannya.
Tuhan.. aku terlalu lelah untuk menunggu. Menunggu waktumu. Tapi Apa daya hanya itu yang bisa aku lakukan, aku tidak mau melanggar janji yang aku buat denganMu, tak akan pernah...
Tuhanku, jika aku tak bisa menyampaikan bahwa aku tak pernah ingin dia pergi, ku mohon sampaikan itu padanya. Agar dia tahu..
Ku mohon...
No comments:
Post a Comment