Aku tak pernah tahu kemana sebenarnya Tuhan akan membawaku, yang aku tahu Tuhan telah mengerti bagaiman masa depanku akan terjadi, karena Dia adalah Sutradara terbaik sebuah film panjang bernama kehidupan, sedangkan aku.. I'm blind -totally blind-....
Aku takkan pernah tahu masa depanku akan seperti apa, dimana aku akan berpijak, dan bagaimana sang "Sutradara" akan mengatur skenarionya untukku, mungkin saja Dia telah menyiapkan hal buruk untukku, tapi juga Dia telah menyiapkan sesuatu yang indah untukku. Aku tak tahu mana yang harus kuperagakan terlebih dahulu, tapi aku harap skenario buruk itulah yang harus kuperagakan, karena setidaknya aku masih memiliki satu skenario indah yang bisa kuharapkan, yang bisa aku jadikan sebuah pijakan yang tegak, yang bisa buatku bertahan ketika aku bahkan belum sembuh dari sakit yang kualami karena skenario yang buruk itu. Tapi aku tak mau, jika skenario buruk itu harus kuperagakan dalam waktu yang lama, karena entah aku sanggup atau tidak. Tapi itu semua kehendak sang Sutradara,.. Tapi aku cukup yakin Dia takkan tega melihat tokohnya jatuh sakit terlalu lama.
Terkadang aku ingin marah kepada sang Sutradara, karena terkadang Dia tidak mengabulkan apa yang aku mau. Tapi sayangnya aku tidak bisa marah, and all i can do is just trust Him,.. try to trus, He will give me the best...Why??? Because He is the best director ever, He knows everything in my life, Seandainya aku memutuskan untuk marah dan berbalik memusuhinya, Dia tidak peduli, karena Dia tidak membutuhkan aku, Aku yang membutuhkan dia. Teramat sangat membutuhkannya...
No comments:
Post a Comment