Saturday, July 29, 2017

Cerita Pribadi : Desparate Graduater

Hemmm...  It's 3 months already since my graduation. And for that time i feel like i become useless human. Ibaratnya cuman tiap hari makan tidur makan tidur dan ngabisin duit aja. Kayak bosen nglakuin hal yang sama tiap hari tapi nggak guna. Dulu waktu awal2 lulus masih cukup sering ngasistenin dosen. So at least i have something to do gitu walaupun akhirnya nggak terima uang jajan dari dosen.. Entah karena si bapak lupa ngasih atau emang yang sekarang ini nggak berhonor kayak semester kemarin. Yah..  Emang si bapak dosen sih yang bantuin supaya dapet penghargaan Karya Cendekia waktu wisuda kemarin. Anggap saja impas lah ...

So..  Di Bulan yang ke-3 ini makin ngrasa desperate karena pingin beli ini itu nglakuin ini itu tapi tabungan sudah terkuras dan nggak bisa nabung lagi. Nggak mau minta uang lebih sama orang tua karena nggak enak dan aku tau diri.

I've applying some jobs but there isn't any company who wants to hire me yet. Dua kali dapet panggilan test dua kali juga gagal di tahap awal. Kecewa????  Sedikit... Tapi yahh yang namanya belum rejekinya. Jadi ya diterima dan tetep harus berdo'a toh... Lagi pula menurutku aku ni kayak nggak niat kerja gitu, pinginnya doing something at home but still earning money. Tapi yah bingung lagi mau bisnis apa terus gimana. Sudah mempertimbangkan beberapa hal, tapi pikiran malah jadi bruwet lagi karena ada satu hal yang jadi ganjelan.

Kepikiran banget umur segini, tapi masih belum tau mau ngapain. Mikir lanjut sekolah tapi pinginnya overseas dan bisa dapet beasiswa. Kadang suka ngiri sama anak2 seumuran atau bahkan yang lebih muda yang mereka udah tau pashion mereka apa, yang mereka kepingin lakukan itu apa. Huhuhu...  Sudah sering sih ngobrol ke diri sendiri tapi masih belum dapet jawabannya. Curhat ke temen sarannya kadang nggak srek sama hati.

Mungkin aku kurang do'a kali ya. Dan benar2 harus berani buat mencoba.. 

Sunday, June 18, 2017

Beropini : Marriage? Is it a Social Pressure?

Sedikit cerita..  Jadi selama dua mingguan ini ceritanya aku lagi di Kediri karena ada hal yang mau dilakuin. Dan selama dua minggu ini aku ngikos disalah satu rumah kenalan ku dulu. So far selama dua minggu everything was fine.

Rencana balik ke Jogja jadinya tanggal 20 Juni 2017 dan sudah book tiket untuk tgl itu. Kemarin malam iseng cek salah satu website kantor tempat aku apply job dua bulan lalu. Dan memang aku sedikit banyak bisa diterima. Dan alhamdulillah kemarin nama aku masuk ke daftar seleksi yes tgl 19 Juni besok which is aku harus cari ticket lagi sebelum tanggal itu. Dan besok Inshaa Allah aku balik dari sini. Dan beberapa jam lalu aku pamit ke Ibu Kosnya. Aku bilang besok mau pulang karena mau ada tes kerja. Percakapan justru jadi agak panjang dan berujung nggak enak di aku yang sekarang ini lagi iyuh banget gegara pertanyaan si ibuk.

Awalnya dia nanya yang ringan2 aja sih..  Dia nggak tau ternyata sebelumnya kalau aku udah lulus alias SARJANA. Sampe tanya umur dan kepikiran nikah atau nggak. Eng ing engg... That's so ridiculous  question menurutku. What kind of women who does not think about marriage???  Especially for me. I am a visioner. I have been thinking about that since long ago even thinking about how I raise my children...  Mungkin sebagian orang mikir ini pertanyaan biasa dan memang ini pertanyaan biasa. Tapi yang jadi nggak ngenakin adalah buat si ibuk, kok iyuh banget diumurku saat ini kelakulan aku masih kayak anak lulus SMA (ditempat aku kos ini banyak anak SMA juga soalnya) dan aku enjoy aja sih ngobrol, maen bareng mereka. Sampe2 dia ngasih contoh salah satu kenalan kits juga yang juga belum nikah2 in her latest twenties. Lebih tepatnya dia ngomong ntar ndak kayak mbak itu...  I know that "mbak" good enough. Aku tahu gimana sedih dan kepikirannya mbak itu sama masalah ini. Dan bukannya nggak mikirin dan sejujurnya pun takut kalau aku sampai mengalaminya juga tapi kalau Allah belum mempertemukan ya gimana. Kitanya udah do'a,  udah berusaha.. Kalau yang Maha Mempertemukan aja belum ngijinin kita bisa apa?? Masak iya harus ke dukun... My point here is, kenapa menikah itu jadi hanya kayak social pressure yang harus di lakukan supaya nggak jadi nyinyiran orang. That's not impolite question I think. Aku ingin menikah bukan hanya karena social pressure saja tapi benar-benar aku ingin menjaga agamaku, dan kelak bareng2 sama suamiku berusaha dapet surgaNya.

Dan yang lebih menohok, si ibuk Tanya seluk beluk masalah yang dulu pernah dialamin keluarga aku which is I rarely tell it to others. Dan aku memang nggak nyaman buat ceritain ke siapaoub. Tapi karena dia memang tau ceritanya ya masak aku ngarang cerita..  Ahh pokoknya malem ini the worst lah. So, ini jadi pelajaran buat aku juga supaya benar2 mikir dulu sebelum ngomong atau Tanya ke orang. Apa pertanyaan atau omongan itu bakal bikin sakit hati yang dijak omong atau nggak. Hukum kamu akan menuai apa yang kamu tanam itu berlaku. Jadi kalau nggak mau disakitin ya jangan nyakitin orang. Hahh spam an tengah malam di malam puasa ke-23. Syediih karena lagi dapet nggak bisa ikutan i'tikafan...  Dan malah nggalau aja di kamar kosan..

Sudahlahh...  Lanjut packing aja.
Bye...

Wednesday, May 31, 2017

Beropini : Visioner

Menurut KBBI visioner adalah orang-orang yang mempunyai khayalan atau wawasan ke depan.

Menurutku, aku adalah orang bertipe ini. Just for your information, aku sudah memiliki beberapa rencana untuk tahun-tahun kedepan. Tahun 2018 mau ngapain, terus 2019 mau dimana, 2020, dan seterusnya. Dan tentu saja aku sudah berpikir bagaimana cara mewujudkannya.

Well, bukan hal yang mudah menjadi seorang visioner karena kita harus bisa multitasking supaya semua bisa berjalan sesuai rencana. Dan dalam kasusku hal itu menjadi semakin sulit because when your plans don't work as you wish, you'll absolutely feel stressed. You'll think why, why, and why. Mengapa itu tidak bekerja? Apa yang salah? bagaimana harus memperbaikinya???  Capek juga kadang mikir begituan...

Kebanyakan temenku, mereka lebih memilih untuk menjalani satu demi satu. Once, I asked my friend what would she do after graduate. Then she said, that she won't think it yet and just focuses on her thesis. Beda sama aku, dari awal masuk kuliah aja mikirnya kayaknya udah jauhhhhhh banget. Udah mikir semester ini harus ngapain aja, bikin target ini itu, lulus mau ngapain. Well, yang terakhir ini yang sangat bikin frustasi yah karena sekarang udah lulus frustasinya tambah-tambah...

Buat aku yang seorang visioner, untuk punya planning kedepan itu penting banget. Buat ku rencana-rencana itu menjadi semacam guide..  What I am supposed to do and how I can make it work. Dan itu sangat membantu. Ya, meski beberapa dari planning itu Ada yang nggak berjalan. Stress sih, tapi aku tetep percaya bahwa Allah gives what we need not what we want. And all of His done is the best. Tapi, diluar planning itu aku tetap terbuka dengan kejutan atau kesempatan lain yang datang.

Nah, itu oponiku mengenai visioner.

And thanks to you who has read my blog.
Bye..

@nnurhafidhah

Thursday, May 25, 2017

Beropini : Merantau

Merantau

Satu hal yang sebenarnya sangat ingin dilakukan bahkan mungkin sebelum lulus sekolah, yang saat itu kelas 4 dan harus pkl/magang. Setelah lulus pun hal itu masih ingin kulakukan, sampe waktu mau cari kuliah akhirnya aku daftar ke universitas diluar jogja. Namun, sepertinya rejeki ku masih di jogja -kota dimana aku dilahirkan dan kutinggali hingga saat ini-. Akhirnya aku mendaftar di salah satu universitas yang dulu swasta tapi sekarang udah negeri (if you know what I mean) dan Alhamdulillah diterima. Pada beberapa hal aku sangat-sangat bersyukur Allah menunjukkan jalan buat aku sampai sekarang.

Yah singkat cerita, akhirnya aku lulus setelah 3 tahun 7 bulan berkutat dengan segala mata kuliah yang Ada dan skripsi tentunya. Somehow, aku sang at bersyukur bahwa apa yang aku do'akan benar-benar dikabulkan oleh Allah. Dari mulai minta cumlaude, bisa ikut organisasi kampus, jadi asisten dosen, hingga kemarin Alhamdulillah bisa dapet penghargaan karya cendekia pas wisudaan. Ya, semua yang aku pingin aku do'akan termasuk meminta bisa diterima di univ yang terbaik buat ku. Jadi, terkadang berpikir kalau aku dulu di terima di univ lain akan jadi seperti apa. Intinya dari dua paragraf ini adalah bahwa Allah tau apa saja yang kita inginkan, tapi Allah hanya memberi apa yang kita butuhkan. Dan percayalah, bahwa semua yang Dia berikan adalah sebaik-baiknya pemberian.

Beralih ke topik awal. Setelah berpikir, dulu bahkan sampai beberapa waktu yang lalu yang menjadi alasan ku ingin merantau adalah karena aku mungkin ingin meninggalkan tanggung jawabku disini, dan meninggalkan seseorang hanya karena alasan yang kurasa sangat tidak masuk akal dan kekanakan. Namun, setelah lulus ini aku benar-benar berpikir lebih dalam bahwa ada alasan lain yang jauh lebih penting mengapa aku merasa harus merantau.

Instead of some desire to left everything behind, sekarang aku merasa bahwa dengan merantau aku akan benar-benar belajar untuk mandiri. Di jogja, aku mau makan udah ada ibuk yang masakin, kalau nggak sempet nyuci ada juga yang nyuciin, duit habis tinggal minta lagi. Nah, kalau merantau apa-apa ya harus sendiri. Mau makan ya harus cari sendiri, nyuci ya nyuci sendiri, musti bisa manage waktu juga dengan baik. Selain juga sekarang aku merasa aku butuh bertemu dengan orang yang baru, aku butuh pengalaman lain supaya aku lebih bisa belajar banyak hal, aku pingin aku lebih bisa open minded. Dan hal itu aku berpikiran bisa aku dapatkan dengan merantau.

Di samping keinginan untuk merantau, aku punya satu hal yang menjadi keraguan. I am introvert. For me to go out from my comfort zone is not like a piece of cake. I need a big courage to start. Making friends with new people is hard enough for me.. Aku harus benar-benar meyakinkan diriku sendiri bahwa aku bisa. Dan aku akan buktikan itu.. Inshaa Allah

Days ago i think i should to go back to Pare dan melanjutkan target ku yang sebelumnya. WHV.

I really dare my self to make them come true. So wish me luck.

So, apa pendapatmu tentang merantau????

@nnurhafidhah

Sunday, May 14, 2017

Jusf found

Wow..  It is such a long time I let my blog untouched ....
Entah karena terlalu malas atau memang karena tidak tahu harus menulis apa.

You know, it's been a month since my official graduation. Dan euforia kelulusan ternyata hanya berlangsung hari itu juga. Setelahnya lebih banyak kekhawatiran tentang sekarang mau ngapain.  And since that day, I become officially job seeker. I have been applying some of companies but till know there is not any company which want to hire me, yet. I have been idleness.

Sekarang ini saya sedang mulai mempertimbangkan untuk benar-benar serius memperjuangkan mimpi saya yang tertunda. I have arranged some plans to make it. But what I am not sure is, should I go by my self ??? Sepertinya memang harus begitu. Yah.. Semoga saja nantinya Allah memberikan saya keberanian dan kenekatan. Aamiin

Monday, February 27, 2017

Bukankah kita memang sudah terbiasa meninggalkan dan ditinggalkan. Sekali ini pun, I won't force anyone who don't want to stay. And I....  I'll enjoy my self with the dreams I wish so bad.

We never know what will happen right? so, I'll just let it should be karena semesta tahu dengan baik cerita kehidupan.

Wednesday, January 4, 2017

skripsweet but shit....

my first post in 2017...

still busy with the skripsweet or skripshit...
Stress because the informant has not given the confirmation.. yet!!!!
Need long escape but the 2 months deadline keep chasing me... :(

Dan akhirnya pasrahhhhh.......